BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indikator utama yang digunakan untuk
menilai kualitas pembelajaran dan kelulusan siswa dari suatu lembaga
pendidikan, sering didasarkan pada hasil belajar siswa pada ulangan umum atau
Ujian Akhir Nasional. Dampak dari pandangan tersebut yang diperkuat dengan
bentuk tes yang digunakan, mendorong guru berlomba-lomba mentrasfer materi
pelajaran sebanyak-banyak-nya untuk mempersiapkan anak didik dalam mengikuti ulangan
umum atau UAN. Akibat yang terjadi kemudian adalah anak didik dipaksa untuk
melahap informasi yang disampaikan tanpa diberi peluang sedikit pun untuk
melaksanakan refleksi secara kritis.
Dari hasil pengamatan di lapangan,
proses penilaian yang dilakukan selama ini semata-mata hanya menekankan pada
penguasaan konsep yang dijaring dengan tes tulis obyektif dan subyektif sebagai
alat ukurnya. Hal ini didukung oleh penelitian Nuryani, dkk (1992:8) yang
mengemukakan bahwa pengujian yang dilakukan selama ini baru mengukur pengusaan
materi saja dan itu pun hanya meliputi ranah kognitif tingkat rendah. Keadaan
semacam ini merupakan salah satu penyebab guru enggan melakukan kegiatan
pembela-jaran yang memfokuskan pada pengembangan keterampilan proses anak.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan umumnya hanya terpusat pada pen-yampaian
materi dalam buku teks.
Fenomena di atas menunjukkan bahwa
bentuk atau sistem penilaian yang digunakan dalam mengukur hasil belajar siswa
sangat berpengaruh terhadap strategi pembelajaran yang dirancang dan
dilaksanakan guru. Sistem penilaian yang benar adalah yang selaras dengan
tujuan dan proses pembelajaran.
Untuk Lebih Lengkap Silahkan Download Disini



0 komentar:
Posting Komentar